Apel Pagi Pekanan, Eko Sugianto Refleksikan Al Quran Surat Al Ashr dalam Amanatnya
|
Bengkulu – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Bengkulu melaksanakan apel pagi pada Senin, 19 Januari 2026, bertempat di halaman Kantor Bawaslu Provinsi Bengkulu. Apel pagi tersebut dipimpin oleh Anggota Bawaslu Provinsi Bengkulu Divisi Penanganan Pelanggaran, Eko Sugianto, dan diikuti oleh seluruh jajaran pejabat struktural, staf sekretariat, serta pegawai di lingkungan Bawaslu Provinsi Bengkulu.
Dalam amanatnya, Eko Sugianto menyampaikan bahwa apel pagi merupakan momentum awal dalam memulai aktivitas kerja pada awal pekan, sekaligus memastikan kesiapan seluruh jajaran dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab selama satu minggu ke depan. Ia menekankan pentingnya saling mengingatkan dan menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam menjalankan tugas kelembagaan.
Sebagai refleksi awal, Eko Sugianto mengutip Surat Al-‘Ashr yang menegaskan bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman, berbuat kebajikan, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, harus menjadi pondasi dalam setiap aktivitas kerja agar seluruh jajaran Bawaslu dapat menjalankan tugas dengan penuh keberkahan dan tanggung jawab.
“Dalam setiap aktivitas, rutinitas, dan pekerjaan, kita harus saling mengingatkan pada nilai-nilai kebaikan dan kesabaran. Ini adalah kunci sebagai orang yang beriman dan juga sebagai aparatur lembaga negara. Setiap pimpinan dalam struktur kelembagaan Bawaslu akan dimintai pertanggungjawaban atas tugas yang dijalankan,” ujar Eko.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memulai pekerjaan dengan energi positif, pola pikir positif, serta sikap saling mengisi antarsesama. Menurutnya, hal tersebut menjadi modal utama dalam memperkuat kerja kolektif dan kolegial di lingkungan Bawaslu Provinsi Bengkulu.
Eko Sugianto juga menjelaskan bahwa Bawaslu memiliki visi besar sebagai lembaga pengawasan pemilu yang terpercaya oleh publik. Untuk mewujudkan visi tersebut, prinsip akuntabilitas harus menjadi landasan utama dalam setiap pelaksanaan tugas dan kewenangan Bawaslu, sehingga seluruh kerja pengawasan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.
Dalam membangun Bawaslu sebagai lembaga yang terpercaya, Eko menyampaikan tiga pendekatan utama. Pertama, pendekatan struktural, yakni Bawaslu sebagai lembaga yang diakui oleh undang-undang serta mampu membangun komunikasi yang baik secara internal maupun eksternal dengan para pemangku kepentingan. Kedua, pendekatan kultural, dengan mengedepankan kearifan lokal serta menggali dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh setiap individu dan bidang kerja. Ketiga, pendekatan spiritual, sebagai perekat kelembagaan yang menumbuhkan semangat kebersamaan, saling melengkapi, dan saling menguatkan.
“Tidak ada yang merasa paling pintar atau paling rendah, tetapi kita saling melengkapi antara kelebihan dan kekurangan masing-masing. Maksimalkan potensi diri di manapun kita bekerja,” tambahnya.
Menutup amanatnya, Eko Sugianto menegaskan bahwa kerja-kerja pengawasan Bawaslu tidak berhenti meskipun tahapan pemilu telah selesai. Pada fase pasca pemilu (post election), Bawaslu tetap memiliki peran strategis dalam mengawal demokrasi, termasuk dalam menghadapi dinamika regulasi dan tahapan pemilu di masa mendatang.
Apel pagi tersebut menjadi penguat semangat dan komitmen seluruh jajaran Bawaslu Provinsi Bengkulu untuk terus meningkatkan kinerja pengawasan yang profesional, berintegritas, dan dipercaya oleh publik.
Penulis dan Foto: Mutia Dani
Editor: Hanif