Bawaslu Provinsi Bengkulu Ikuti Rapat Koordinasi Menjaga Stabilitas Politik, Hukum, dan Keamanan pada Tahapan Pemilu 2024
|
Bawaslu Provinsi Bengkulu Ikuti Rapat Koordinasi Menjaga Stabilitas Politik, Hukum, dan Keamanan pada Tahapan Pemilu 2024
Bengkulu, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Bengkulu - Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu Faham Syah dan Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Bengkulu Lopian Hidayat mengikuti secara daring kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia (Kemenkopolhukam) pada Selasa (21/11/23).
Dalam sambutannya Deputi Bidang Politik Dalam Negeri Kemenkopolhukam menyampaikan bahwa “Kondisi pada tahapan pemilu 2024 menjadi isu penting dan strategis untuk dikawal terus agar tetap kondusif, guna mematangkan demokratis. Indonesia perlu melaksanakan pemilu sebanyak 7 kali berdasarkan penelitian dari LIPI, artinya setelah pemilu 2029 nanti barulah demokrasi Indonesia matangâ€, ungkapnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa “Sesaat lagi akan memasuki tahapan kampanye, dimana potensi kerawanan terbesarnya adalah berita hoax dan propaganda. Dua hal tersebut merupakan hal yang paling tinggi persentasenya pada pemilu sebelumnya. Pada pemilu 2024 nanti DPT akan banyak didominasi oleh generasi Z atau milenial, sehingga partisipasi pemilih dari generasi muda akan mempengaruhi demokrasi. Kemudian isu yang tidak kalah penting juga adalah netralitas ASN, berdasarkan data dari KASN sudah banyak terjadi pelanggaran netralitas ASN. Semoga kita bisa mengambil langkah awal untuk mengantisipasi beberapa hal yang menjadi isu dan kerawanan dalam tahapan pemilu 2024â€, imbuhnya.
Narasumber kegiatan ini dari Bawaslu RI, Mabes Polri, Titi Anggaraeni dan perwakilan generasi muda, Dosen UGM. Dari Bawaslu RI, Karo Fasilitasi Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu yang memaparkan terkait Netralitas Penyelenggara Pemilu, Indek Kerawanan Pemilu dan Pemetaan Potensi Kerawanan Netralitas Penyelenggara Pemilu.
Mabes Polri menyampaikan terkait pengamanan pemilu 2024 dan Indeks Potensi Kerawanan Pemilu, potensi kerawanan tiap tahapan, kemudian khususnya pemetaan pada daerah-daerah yang rawan.
Titi Anggraeni memaparkan tentang tantangan dalam demokrasi di Indonesia saat ini. Kemudian dari perwakilan generasi muda menyampaikan terkait apa yang menjadi tantangan dan harapan dari generasi muda.
Tim Humas Bawaslu Provinsi Bengkulu

