Dobrak Sekat Pengawasan, Eko Sugianto Beberkan Strategi Digital Garap Pemilu Berkualitas
|
Gagasan ini dikupas tuntas oleh Anggota Bawaslu Provinsi Bengkulu sekaligus Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Eko Sugianto, saat menjadi narasumber dalam Podcast Ngobrol Asyik Pemilu dan Demokrasi yang digelar Bawaslu Kota Bengkulu, Rabu (17/6).
Dipandu oleh host Awang Konaevi, obrolan ini mengalir hangat namun berbobot, membedah cetak biru pengawasan pemilu yang lebih membumi dan partisipatif.
Salah satu terobosan menarik yang dipaparkan Eko adalah gagasan pembentukan grup WhatsApp khusus di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS). Bukan sekadar grup mengobrol biasa, forum digital ini dirancang untuk melibatkan langsung pemilih, saksi, pengawas, hingga penyelenggara pemilu.
Selain melempar ide grup digital tingkat TPS, pria yang telah mendedikasikan dirinya selama lebih dari 23 tahun di dunia penyelenggaraan pemilu ini juga menekankan betapa krusialnya peran Divisi Penanganan Pelanggaran. Bagi Eko, divisi ini bukan sekadar unit kerja, melainkan wajah dari integritas Bawaslu itu sendiri.
“Ini bisa menjadi sarana pelaporan cepat (quick response). Jika ada dinamika atau peristiwa penting selama tahapan pemilu di lapangan, informasinya bisa langsung tersampaikan dan ditangani seketika," ujar Eko.
Bagi Bawaslu, keterlibatan aktif masyarakat lewat teknologi komunikasi seperti ini adalah kunci utama untuk mempersempit ruang gerak kecurangan.
Selain bicara soal pencegahan digital, Eko menegaskan bahwa Divisi Penanganan Pelanggaran adalah benteng pertahanan terakhir dalam menjaga marwah dan kredibilitas Bawaslu. Setiap laporan dan dugaan pelanggaran wajib dieksekusi secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Ia tidak menampik bahwa menyamakan sudut pandang hukum di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu)—yang di dalamnya berisi Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan—bukanlah perkara mudah. Namun, Bengkulu punya rekam jejak yang solid.
Pada Pilkada Serentak lalu, Sentra Gakkumdu Provinsi Bengkulu sukses membangun sinergi yang apik. Hasilnya? Seluruh laporan dugaan tindak pidana pemilihan mampu diselesaikan dengan bersih, tuntas, dan sesuai regulasi yang berlaku.
Lewat ruang diskusi podcast ini, Bawaslu berharap strategi dan refleksi pengalaman yang dibagikan bisa memantik inspirasi bagi seluruh stakeholder. Tujuannya satu: menciptakan sistem pengawasan pemilu yang efektif, partisipatif, dan berintegritas demi melahirkan demokrasi yang benar-benar berkualitas.
Tim Humas Bawaslu Provinsi Bengkulu