Lompat ke isi utama

Berita

Hadapi Ancaman Peretasan, Bawaslu Optimalisasikan Keamanan Akun Media Sosial Pada Tahapan Pemilu 2024

Hadapi Ancaman Peretasan, Bawaslu Optimalisasikan Keamanan Akun Media Sosial Pada Tahapan Pemilu 2024
Hadapi Ancaman Peretasan, Bawaslu Optimalisasikan Keamanan Akun Media Sosial Pada Tahapan Pemilu 2024   Jakarta Selatan, Bawaslu Provinsi Bengkulu – Media sosial menjadi alat komunikasi digital yang memfasilitasi pengguna untuk menyebarkan berbagai informasi dengan sangat cepat. Sedikitbanyak informasi bohong beredar terkait Pemilu 2024 yang bersumber dari hacker/peretas pada saat ini, sehingga diperlukan mitigasi terhadap keamanan akun media sosial khususnya Bawaslu. Dalam rangka menghadapi ancaman peretasan akun media sosial, Bawaslu RI mengadakan Rapat Optimalisasi Pengelolaan dan Penguatan Keamanan Akun Media Sosial Bawaslu pada Tahapan Pemilu 2024 di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis (26/10/23).   Media sosial berperan aktif akan hal tersebut, sehingga tingkat kerawanan keamanan akun menjadi potensi konflik yang akan muncul. Mengingat kerja-kerja Humas Bawaslu yang menjadi penghubung informasi dan edukasi kepada masyarakat secara umum, sehingga akun yang tidak kuat keamanannya bisa merusak citra baik sebuah lembaga dan mengganggu tugas Bawaslu.   Saat ini sudah berlangsung berbagai tahapan Pemilu 2024, sehingga isu-isu terkait pengawasan juga sudah berkembang di media sosial yang menjadi konsumsi utama publik.   Dalam laporannya Haryo Sudrajat selaku Penanggungjawab Bidang Publikasi dan Pemberitaan Bawaslu RI menyampaikan poin-poin penting dari kegiatan ini, “Akun media sosial di zaman ini menjadi hal yang paling penting, dan risiko peretasan ini nyata dirasakan. Sangat perlu bagi kita untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan terkait keamanan akun media sosial, karena kita menjadi unjung tombak update kegiatan-kegiatan Bawaslu”, ujarnya.   Perubahan teknologi mempengaruhi cara kita berkomunikasi, dengan segala kemajuannya. Komunikasi digital memberi kemudahan tanpa batas waktu, sehingga meninggkat juga ancaman dan serangan cyber yang akan terjadi.   Dalam sambutannya Debuti Bidang Administrasi Bawaslu RI Ferdinand Eskol Tiar Sirait menyatakan bahwa, “Keamanan cyber perlu menjadi konsentrasi dan menjadi keharusan. Oleh karenanya kita harus konsen dengan hal ini", ungkapnya.   Kemudian dilanjutkan dengan paparan materi dengan 5 (lima) narasumber. Pertama penyampaian materi oleh Sherly Haristya terkait bagaimana Bawaslu mengatasi tantangan pada media sosial. Kemudian dilanjutkan dengan materi Potensi Ancaman Keamanan Siber dalam Pemilu 2024 oleh Fatkhi Arif Pratama Perwakilan dari Badan Siber dan Sandi Negara.   Selanjutanya paparan dari perwakilan Meta yang memyampaikan terkait pengamanan akun yang terhubung dengan teknologi meta. Kemudian pemahaman tentang privasi dan keamanan digital yang dikemas menggunakan link jagaprivasi sebagai cara mengetahui sejauh mana keamanan email dan sandi akun kita. Paparan terakhir disampaikan dari perwakilan tiktok dengan pembahasan mengenai Optimizing Tiktok as a Communication channel for policy delivery oleh Rofi Uddarojat.   Kegiatan dilanjutkan denga sesi diskusi dan diakhiri dengan foto bersama. Hadir pula dalam kegiatan ini Tenaga Ahli Bawaslu Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, Humas RI Ronald Michael Manoach, Kepala Biro Hukum dan Humas RI Agung B.G.B Indraatmaja, Debuti Bidang Administrasi Bawaslu RI Ferdinand Eskol Tiar Sirait, serta Kepala Bagian Humas dan staf dari 38 Provinsi se-Indonesia yang terundang.   Tambahan informasi, dari Bawaslu Provinsi Bengkulu dihadiri Kepala Bagian Pengawasan dan Humas Apriyanto Kurniawan dan Staf.   Tim Humas Bawaslu Provinsi Bengkulu
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle