Lompat ke isi utama

Berita

Jadi Narasumber dalam Podcast Bawaslu Kota Bengkulu, Faham Syah: Jangan Lelah Mencintai Indonesia

Jadi Narasumber dalam Podcast Bawaslu Kota Bengkulu, Faham Syah: Jangan Lelah Mencintai Indonesia

Jadi Narasumber dalam Podcast Bawaslu Kota Bengkulu, Faham Syah: Jangan Lelah Mencintai Indonesia

Bengkulu, Bawaslu Provinsi Bengkulu - Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu, Faham Syah, menjadi narasumber dalam podcast yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kota bertajuk “Ngobrol Asik Pemilu dan Demokrasi”  dengan tema “Mau dibawa kemana Bawaslu? Arah Bawaslu 2026”, Selasa (27/01) di Ruang Podcast Bawaslu Kota. Podcast ini dimoderatori oleh Rahmat Hidayat selaku Ketua Bawaslu Kota. 

Dalam kesempatan tersebut, Faham Syah menegaskan bahwa Bawaslu merupakan lembaga pelaksana undang-undang yang tidak berada pada posisi sebagai pembentuk regulasi pemilu. Menurutnya, apa pun kebijakan negara terkait sistem kepemiluan, Bawaslu memiliki kewajiban untuk memastikan seluruh tahapan pemilu dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Bawaslu bertugas melaksanakan seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Apa pun keputusan negara terkait sistem pemilu, tugas kami adalah memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai aturan,” ujar Faham Syah.

Ia juga menyampaikan bahwa penguatan demokrasi tidak berhenti pada tahapan pemungutan suara semata, tetapi harus terus dijaga melalui konsolidasi demokrasi pada masa pascapemilu. Demokrasi, lanjutnya, tidak hanya dimaknai sebagai proses memilih, melainkan juga bagaimana proses dan hasil pemilu tersebut tetap berintegritas.

“Demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai proses memilih, tetapi juga bagaimana hasil dan proses tersebut terus dijaga agar tetap berintegritas,” tambahnya.

Lebih lanjut, Faham Syah menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif masyarakat menjadi salah satu strategi utama Bawaslu dalam memperluas jangkauan pengawasan pemilu. Hal ini sejalan dengan keterbatasan jumlah pengawas di setiap tingkatan, sehingga pengawasan pemilu tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada Bawaslu semata.

“Partisipasi masyarakat sangat penting untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga demokrasi,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Faham Syah juga menyampaikan poin penting visi Bawaslu Tahun 2025–2029, yakni kolaborasi memperkokoh demokrasi substantif melalui pengawasan pemilu berintegritas menuju Indonesia maju. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memperkuat demokrasi agar tidak hanya bersifat prosedural, tetapi juga substantif dan berkelanjutan.

 

Selain itu, Faham Syah menyampaikan bahwa tingkat partisipasi pemilih di Provinsi Bengkulu pada Pemilu 2024 berada pada kategori tinggi, yakni di atas 70 persen. Capaian tersebut dinilai sebagai indikator positif kualitas demokrasi di Bengkulu, meskipun masih dihadapkan pada berbagai tantangan pengawasan, khususnya di wilayah terpencil serta daerah dengan keterbatasan akses informasi dan kondisi geografis tertentu.

Menutup kegiatan podcast, Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu menyampaikan pesan motivasi kepada seluruh jajaran Bawaslu dan masyarakat agar senantiasa menjaga semangat pengabdian dalam demokrasi dan persatuan bangsa.

“Jangan lelah mencintai Indonesia. Tetap semangat, karena pada akhirnya semuanya sudah ada yang mengatur,” pungkas Faham Syah.

Penulis : Mutia

Editor : Hanif

Dokumentasi : Mutia

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle