Lompat ke isi utama

Berita

Kegiatan Forum Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan & Persiapan Data Pemilih Pemilu Tahun 2024

Kegiatan Forum Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan & Persiapan Data Pemilih Pemilu Tahun 2024
Bengkulu, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Bengkulu – Kordinator Divisi Hukum, Humas dan Datin Bawaslu Prov. Bengkulu Dodi Herwansyah didampingi staf menghadiri kegiatan Forum Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan & Persiapan Data Pemilih Pemilu Tahun 2024 atas undangan KPU Prov. Bengkulu. Kegiatan dimulai pukul 09.00 wib bertempat di Hotel Mercure Bengkulu, kegiatan dihadiri oleh 36 undangan antara lain Bawaslu, Kemenkumham, Disdukcapil, Disnakertran, Dinas Pendidikan, Dinas sosial,TNI, Kepolisian dan Partai Politik.   Dalam arahanya ketua KPU Irwan Saputra menyampaikan Tujuan dari kegiatan forum koordinasi ini adalah evaluasi daftar pemilih berkelanjutan, sosialisasi dan perlunya masukan menjelang pemuktahiran daftar pemilih yang akan dimulai bulan oktober sesuai dengan jadwal dan tahapan. Di forum ini juga kpu akan menyampaikan progres terakhir dpb dan meminta saran dan perbaikan sebagai bahan pemutakhiran data pemilih untuk pemilu 2024.   Selanjutnya kegiatan presentasi yg disampaikan oleh anggota KPU Situ Baroroh berkenaan dengan dinamika data pemilih berkelanjutan yang terus bergerak dari waktu ke waktu. Sementara itu Dodi Herwansyah menyampaikan bahwa terkait daftar pemilih, yakin akan lebih baik jika seluruh stake holder saling berkerja sama. Yang jadi masalah adalah terkait pemilih yang bekerja di persuhaan-perusahaan di Bengkulu yang tidak mendapat izin memilih oleh pihak perusahaan terhusus bagi pemilih diluar kota.   Dalam diskusi yang disampaikan oleh perwakilan Kemenkumham yang bertanya “Bagaimana kalau napi yang sudah terdata kemudian bebas sebelum hari H pemilu? Irwan menjelaskan bahwa data yang diminta ke Lapas/Kemenkumham adalah data napi yang pada hari H pemilu masih berada di Lapas. Yang jadi masalah adalah banyak napi yang tidak punya data kependudukan atau disembunyikan dan tidak valid, bahkan data pada BAP juga sering bukan nama aslinya, mereka asal sebut nama.   Penulis: Dadi Sukadi Dokumentasi: Debisi Ilhodi
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle