Membumikan Pancasila, Bawaslu Bengkulu Perkuat Komitmen Kawal Demokrasi Berintegritas
|
Bagi jajaran pengawas pemilu, momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi mendalam untuk mengaktualisasikan nilai-nilai ideologi negara dalam mengawal demokrasi.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Anggota Bawaslu Provinsi Bengkulu, Eko Sugianto, membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI. Upacara ini turut dihadiri oleh jajaran anggota, pejabat struktural, serta fungsional Bawaslu Bengkulu.
Dalam amanat tersebut, ditegaskan bahwa Pancasila terbukti ampuh menjadi perekat bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan modern, seperti:
A. Dinamika global yang dinamis
B. Disrupsi teknologi informasi.
C. Potensi perpecahan sosial di masyarakat.
"Pancasila bukan sekadar seremoni, melainkan pedoman hidup yang harus hidup dalam setiap tindakan kita," tegas Eko Sugianto, yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi.
Lewat peringatan ini, Bawaslu Provinsi Bengkulu menegaskan kembali komitmennya untuk menjalankan fungsi pengawasan demokrasi yang berlandaskan Pancasila.
Ada 4 pilar utama yang menjadi landasan Bawaslu Provinsi Bengkulu dalam mengawal proses demokrasi yang berkualitas:
1. Keadilan yang merata.
2. Persatuan yang kokoh.
3. Penghormatan terhadap hak warga negara.
4. Integritas tinggi.
Menutup momentum hari bersejarah ini, Bawaslu Provinsi Bengkulu mengajak seluruh elemen masyarakat—khususnya generasi muda—untuk memperkuat semangat toleransi serta tegas menolak segala bentuk intoleransi dan radikalisme.
Dengan semangat Pancasila 2026, mari bersama-sama menjaga persatuan demi mewujudkan demokrasi Indonesia yang adil, damai, maju, dan berkeadaban.
Tim Humas Bawaslu Provinsi Bengkulu