Ngobrol Pagi (NGOPI) BETV, Fahamsyah : Pemilih Cerdas Pemilu Berkualitas
|
Ngobrol Pagi (NGOPI) BETV, Fahamsyah : Pemilih Cerdas Pemilu Berkualitas
Bengkulu – Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu, Faham Syah menjadi narasumber di acara Ngobrol Pagi (NGOPI) bersama Ketua KPU Provinsi Bengkulu, Rusman Sudarsono dan Kepala Kesbangol Provinsi Bengkulu Moh. Redhwan Arif. Adapun tema yang diangkat kali ini terkait “Kesiapan Anggaran Hadapi Pemilu 2024â€. Acara ini dipandu oleh Host Aldila dan disiarkan secara langsung di channel BETV, Kamis (03/08/2023).
Sebagai pembuka, di awal acara Faham Syah memperkenalkan diri sebagai ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu berdasarkan hasil pleno pimpinan di Jakarta pasca pelantikan 2 (dua) komisioner baru minggu lalu. Ada beberapa hal yang disampaikan Faham Syah dalam Ngobrol Pagi kali ini. Pertama terkait kelembagaan, sampai saat ini Bawaslu masih on the track melakukan pengawasan tahapan pemilu yang dilakukan KPU.
“Pengawasan yang dilakukan Bawaslu terhadap KPU sudah dimulai sejak tahun 2022 yang lalu seperti pendaftaran partai politik, penataan dapil, pemutakhiran data pemilih, pendaftaran calon perseorangan dan saat ini kita masih melakukan pengawasan verifikasi administrasi perbaikan caleg partai politik. Agustus ini kita akan mulai melakukan pengawasan Penetapan DCS (Daftar Calon Sementara) dan pengawasan Penetapan DCT (Daftar Calon Tetap) pada bulan Nopember nanti†ujar Faham.
Lebih lanjut Faham menyampaikan “sampai sejauh ini tidak ada masalah dalam pengawasan tahapan di KPU. Kita sudah punya tim yang melakukan pengawasan melekat. Begitu juga di Kabupaten/Kota. Bawaslu mengutamakan pencegahan dalam melakukan pengawasan seperti membuat surat imbauan baik kepada jajaran KPU Provinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota dan Peserta Pemilu. Bawaslu sudah mempunyai tagline #AyoAwasi Pemilu. Gerakan secara masif terus dilakukan Bawaslu seperti Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif, Pojok Pengawasan, SKPP, Desa Anti Politik Uang (APU)â€.
Dalam hal penanganan pelanggaran pemilu atau pilkada, Bawaslu mendorong masyarakat untuk melaporkan kecurangan yang terjadi dalam pemilu atau pilkada. Laporkan kepada Pengawas Pemilu terdekat. Kasus ini akan dijadikan Pengawas Pemilu sebagai informasi awal dalam menangani pelanggaran tersebut.
Selanjutnya mengenai Dana Hibah Pilkada. Bawaslu, KPU dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) agar membahas Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk Pilkada sebelum tahun 2024. Untuk Bawaslu Provinsi Bengkulu pembahasan sudah clear dan menunggu penandatanganan NPHD. Faham Syah juga mengungkapan, Bawaslu Provinsi Bengkulu mengajukan Dana Hibah sebesar 50 Milyar. Dari jumlah ini sekitar setengah nya untuk Cost Sharing ke Bawaslu Kabupaten/Kota. Dana cost sharing ini digunakan untuk pembayaran honorarium pengawas ad-hoc di tingkat Kabupaten/Kota.
Selanjutnya Faham juga menjelaskan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Provinsi Bengkulu yang sudah di Launching akhir tahun lalu menempatkan Provinsi Bengkulu berada pada kategori rawan paling rendah dibanding Provinsi lain. Kita tidak boleh lengah walaupun dengan kerawanan paling rendah tersebut karena potensi kerawanan dalam pemilu 2024 harus dapat kita antisipasi dengan baik.
‘Mari bersama-sama mengawal Pesta Demokrasi ini dengan baik. Kami dari pihak penyelenggara baik KPU, Bawaslu dan Pemerintah Daerah akan terus mensosialisasikan gerakan cerdas memilih dan tidak golput. Pilihlan pemimpin yang sesuai dengan hati nurani, tidak melakukan money politik karena suara anda menentukan nasib bangsa lima tahun kedepan. Marilah memilah dan memilih secara cerdas untuk pemilu berkualitas guna menghasilkan pemimpin yang berintegritas†demikian pungkas Faham.
Tim Humas Bawaslu Prov. Bengkulu
Bengkulu – Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu, Faham Syah menjadi narasumber di acara Ngobrol Pagi (NGOPI) bersama Ketua KPU Provinsi Bengkulu, Rusman Sudarsono dan Kepala Kesbangol Provinsi Bengkulu Moh. Redhwan Arif. Adapun tema yang diangkat kali ini terkait “Kesiapan Anggaran Hadapi Pemilu 2024â€. Acara ini dipandu oleh Host Aldila dan disiarkan secara langsung di channel BETV, Kamis (03/08/2023).
Sebagai pembuka, di awal acara Faham Syah memperkenalkan diri sebagai ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu berdasarkan hasil pleno pimpinan di Jakarta pasca pelantikan 2 (dua) komisioner baru minggu lalu. Ada beberapa hal yang disampaikan Faham Syah dalam Ngobrol Pagi kali ini. Pertama terkait kelembagaan, sampai saat ini Bawaslu masih on the track melakukan pengawasan tahapan pemilu yang dilakukan KPU.
“Pengawasan yang dilakukan Bawaslu terhadap KPU sudah dimulai sejak tahun 2022 yang lalu seperti pendaftaran partai politik, penataan dapil, pemutakhiran data pemilih, pendaftaran calon perseorangan dan saat ini kita masih melakukan pengawasan verifikasi administrasi perbaikan caleg partai politik. Agustus ini kita akan mulai melakukan pengawasan Penetapan DCS (Daftar Calon Sementara) dan pengawasan Penetapan DCT (Daftar Calon Tetap) pada bulan Nopember nanti†ujar Faham.
Lebih lanjut Faham menyampaikan “sampai sejauh ini tidak ada masalah dalam pengawasan tahapan di KPU. Kita sudah punya tim yang melakukan pengawasan melekat. Begitu juga di Kabupaten/Kota. Bawaslu mengutamakan pencegahan dalam melakukan pengawasan seperti membuat surat imbauan baik kepada jajaran KPU Provinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota dan Peserta Pemilu. Bawaslu sudah mempunyai tagline #AyoAwasi Pemilu. Gerakan secara masif terus dilakukan Bawaslu seperti Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif, Pojok Pengawasan, SKPP, Desa Anti Politik Uang (APU)â€.
Dalam hal penanganan pelanggaran pemilu atau pilkada, Bawaslu mendorong masyarakat untuk melaporkan kecurangan yang terjadi dalam pemilu atau pilkada. Laporkan kepada Pengawas Pemilu terdekat. Kasus ini akan dijadikan Pengawas Pemilu sebagai informasi awal dalam menangani pelanggaran tersebut.
Selanjutnya mengenai Dana Hibah Pilkada. Bawaslu, KPU dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) agar membahas Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk Pilkada sebelum tahun 2024. Untuk Bawaslu Provinsi Bengkulu pembahasan sudah clear dan menunggu penandatanganan NPHD. Faham Syah juga mengungkapan, Bawaslu Provinsi Bengkulu mengajukan Dana Hibah sebesar 50 Milyar. Dari jumlah ini sekitar setengah nya untuk Cost Sharing ke Bawaslu Kabupaten/Kota. Dana cost sharing ini digunakan untuk pembayaran honorarium pengawas ad-hoc di tingkat Kabupaten/Kota.
Selanjutnya Faham juga menjelaskan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Provinsi Bengkulu yang sudah di Launching akhir tahun lalu menempatkan Provinsi Bengkulu berada pada kategori rawan paling rendah dibanding Provinsi lain. Kita tidak boleh lengah walaupun dengan kerawanan paling rendah tersebut karena potensi kerawanan dalam pemilu 2024 harus dapat kita antisipasi dengan baik.
‘Mari bersama-sama mengawal Pesta Demokrasi ini dengan baik. Kami dari pihak penyelenggara baik KPU, Bawaslu dan Pemerintah Daerah akan terus mensosialisasikan gerakan cerdas memilih dan tidak golput. Pilihlan pemimpin yang sesuai dengan hati nurani, tidak melakukan money politik karena suara anda menentukan nasib bangsa lima tahun kedepan. Marilah memilah dan memilih secara cerdas untuk pemilu berkualitas guna menghasilkan pemimpin yang berintegritas†demikian pungkas Faham.
Tim Humas Bawaslu Prov. Bengkulu

