Rampung, Bengkulu Tengah jadi Penutup Peresmian Desa APU Pilkada Serentak Lanjutan 2020 di Bengkulu
|
Bengkulu, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Senin (9/11/2020) Sebagai bentuk komitmen menolak politik uang dalam gelaran Pilkada serentak lanjutan Tahun 2020, Bawaslu se-Provinsi Bengkulu telah meresmikan Desa/Kelurahan pilihan sebagai daerah yang menjadi ikon Anti Politik Uang yang tersebar di sepuluh Kabupaten/Kota. Hari ini giliran Bawaslu Kabupaten Bengkulu Tengah tepatnya di Desa Sidodadi Kecamatan Pondok Kelapa juga melakukan hal yang sama, sekaligus menjadi penutup peresmian Desa APU di Provinsi Bengkulu.
“Desa Anti Politik Uang merupakan simbol penolakan terhadap praktik politik uang yang marak terjadi di masyarakat. Harapan kita dengan adanya Desa APU, dapat menjadi semangat dan motivasi kita dalam bersama-sama memerangi politik uang sehingga proses Demokrasi kali ini dapat berjalan dengan baik, lancar sesuai dengan aturan undang-undang,†ucap Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu, Parsadaan Harahap, S.P.,M.Si dalam peresmian tersebut.
Lebih lanjut, Parsadaan juga menjelaskan praktik politik uang (money politics) dalam pemilihan selama ini seolah telah menjadi praktik yang lazim terjadi. Apakah itu terjadi dalam bentuk bagi-bagi uang, pemberian barang atau lainnya baik secara individu ataupun kolektif kepada kelompok tertentu. Hal itu menjadi ancaman yang serius dalam membangun kualitas pemilihan yang Demokratis dan sesuai dengan asas LUBERJURDIL.
²
“Jika ini dibiarkan, maka akan terus membudaya di masyarakat. Pemimpin yang terpilih karena politik uang pun akan cenderung kurang amanah dan tergoda melakukan praktik korupsi. Ini perlu peran kita bersama baik Bawaslu maupun masyarakat. Bawaslu tidak akan bisa bekerja sendiri dalam melakukan pengawasan tanpa bantuan dari Bapak/Ibu sekalian,†lanjut Parsadaan.
Oleh karena itu pembentukan Desa APU betul-betul diharapkan dapat menjadi motivator bagi daerah lain dalam menolak segala bentuk praktik politik uang yang terjadi di masyarakat. Bawaslu sendiri melihat pemilihan Desa Sidodadi menjadi Desa APU sangat strategis sebagai pelopor Anti Politik Uang di daerah Kabupaten Bengkulu Tengah. Hal ini dikarenakan Kecamatan Pondok Kelapa memiliki jumlah penduduk terpadat yakni mencapai 28.609 jiwa dan kepadatan 173,18/Km2. Jarak Kecamatan Pondok Kelapa dengan pusat kota Bengkulu Tengah 7 Km, dan dengan pusat ibu kota provinsi 5 Km dengan ketinggian tempat bervariasi dari 0 – 1.000 M Dpl dengan suhu rata-rata 28o C. Wilayah ini sangat strategis dan sangat memungkinkan terjadi praktik Money Politik (Politik Uang).
Penulis/Editor: Humas Bawaslu Provinsi Bengkulu
Fotografer : Brigpol. Ihsan

