RAPAT TIM POKJA SEKOLAH KADER PENGAWAS PARTISIPATIF DARING 2020 BAWASLU PROVINSI BENGKULU
|
Bawaslu Provinsi Bengkulu – Kamis (04/06/2020) Bawaslu Provinsi Bengkulu melakukan rapat perdana Tim Pokja SKPP (Sekolah Kader Pengawas Partisipatif) via daring tahun 2020. Rapat tersebut dilaksanakan untuk melakukan pembahasan sekaligus perencanaan teknis kegiatan SKPP daring yang akan memasuki tahap ketiga.
Pelaksanaan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Daring yang sudah dilaksanakan sejak bulan Mei 2020 lalu telah melewati dua tahap pembelajaran yakni pengantar SKPP daring dan materi audio visual serta pertanyaan-pertanyaan yang dilihat dan dikerjakan oleh peserta. Berbeda dengan dua tahap sebelumnya yang masih di ampu oleh Bawaslu RI, secara teknis di tahap ketiga yakni diskusi, akan dikoordinir oleh Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota. Oleh karena itu Bawaslu Provinsi Bengkulu telah merancang berbagai rancangan persiapan yang juga menjadi bahan diskusi dalam rapat tersebut.
Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu, Parsadaan Harahap dalam rapat tersebut menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan SKPP daring. Ia berharap kegiatan SKPP daring di tahun 2020 dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan kader-kader pengawas partisipatif dengan kualitas dan kinerja yang baik pula. Hal itu Ia sampaikan mengingat lulusan SKPP dari Provinsi Bengkulu tahun 2019 lalu dinilai belum terlalu aktif, produktif dan berkualitas.
“berkaca dari alumni SKPP Bawaslu Provinsi Bengkulu tahun lalu, kita melihat masih cenderung pasif. Kita berharap mudah-mudahan SKPP tahun ini dapat menciptakan kader pengawas partisipatif yang lebih berkualitas,†ujar Parsadaan.
Sebagai kegiatan yang dirancang secara berkesinambungan, SKPP dilaksanakan dengan tujuan menciptakan aktor dan kader pengawas partisipatif yang diharapkan dapat menjadi penggerak kesadaran masyarakat untuk lebih memahami arti demokrasi. Meski masih banyak yang perlu disempurnakan, Parsadaan menilai hal tersebut dapat menjadi awal yang baik dalam mendukung pelaksanaan Demokrasi yang jujur, adil dan berintegritas.
Patimah Siregar, selaku penanggungjawab teknis kegiatan SKPP Daring Provinsi Bengkulu menjelaksan mengenai pembelajaran tahap ketiga yakni sesi diskusi. Sesi diskusi tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 9 dan 15 Juni 2020 melalui media daring dengan menghadirkan beberapa pembicara/ahli kepemiluan. Peserta yang akan mengikuti kegiatan berjumlah 175 orang yang sebelumnya sudah dinyatakan lulus dari tahap kedua.
El Fahmi Lubis selaku TPD DKPP Provinsi Bengkulu yang tergabung dalam Pokja SKPP Daring 2020 turut menyampaikan pendapat mengenai pelaksanaan SKPP secara daring. Menyongsong pelaksanaan Pilkada dalam kondisi abnormal atau unik karena ditengan pandemi Covid-19, Ia berharap lulusan SKPP Daring nantinya dapat menyesuaikan diri dengan keadaan. Oleh karena itu, pemahaman berbasis IT harus pula diperhatikan.
Pemahaman mengenai IT tersebut juga diaminkan oleh Sigit Sudjatmiko selaku Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Universitas Bengkulu. Menurutnya karena sistem daring dijadikan sebagai salah satu solusi, maka ada kemungkinan pola pelanggaran dapat berubah. Maka peserta SKPP harus diberikan wawasan yang lebih terhadap pemanfaatan gadget.
Dari unsur KPU, Anggota KPU Provinsi Bengkulu Eko Sugiatno turut mengapresiasi kegiatan SKPP daring. Ia berharap nantinya lulusan SKPP daring dapat berkontribuasi dalam kegiatan-kegiatan kepemiluan sehingga tingkat partisipasi masyarakat pun meningkat. Sementara untuk pelaksanaan Pilkada Desember 2020, KPU optimis dapat terselenggara dengan baik.
Penulis/Editor: Humas Bawaslu Provinsi Bengkulu

