Sambut Program Prioritas Nasional 2026, Bawaslu Provinsi Bengkulu Matangkan Persiapan P2P
|
Hadir dalam agenda tersebut, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Provinsi Bengkulu, Asmara Wijaya, didampingi Kepala Bagian Pengawasan dan Humas, Apriyanto Kurniawan, beserta staf. Selain persiapan program P2P, rapat ini juga menjadi ajang krusial untuk konsolidasi data kedivisian Triwulan I Tahun 2026.
Dalam arahannya, Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, menegaskan bahwa P2P bukan sekadar rutinitas, melainkan Program Prioritas Nasional yang memegang peranan vital dalam ekosistem demokrasi Indonesia.
"P2P adalah langkah strategis kita untuk memperluas jangkauan pendidikan politik di tingkat lokal. Tujuannya jelas: memperkuat demokrasi secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat langsung sebagai mata dan telinga pengawasan," tegas Lolly.
Lolly juga menekankan pentingnya membangun kesadaran kritis di lapisan masyarakat, terutama bagi generasi muda dan mahasiswa. Harapannya, partisipasi aktif ini tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga kualitatif demi mewujudkan pemilu yang lebih berintegritas.
Komitmen Bawaslu Bengkulu Menindaklanjuti arahan pusat, Bawaslu Provinsi Bengkulu menyatakan kesiapannya untuk mengawal program ini di Bumi Rafflesia. Beberapa poin penguatan yang menjadi fokus utama antara lain:
1. Penguatan Koordinasi Internal: Memastikan seluruh lini bergerak selaras.
2. Konsolidasi Data: Merapikan administrasi dan capaian triwulan awal sebagai basis kebijakan.
3. Peningkatan Kapasitas SDM: Menyiapkan pengawas yang kompeten untuk membina masyarakat pegiat pemilu.
Dengan persiapan yang matang ini, Bawaslu Provinsi Bengkulu optimis dapat menciptakan iklim pengawasan pemilu yang lebih partisipatif, transparan, dan berkualitas di Tahun 2026.
Tim Humas Bawaslu Provinsi Bengkulu