Tingkatkan SDM Pengawas, Bawaslu Gelar Rakor Persiapan Pemilu 2024
|
Bali, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Bengkulu - Bawaslu Gelar Rakor Persiapan Pengawasan Pemilu Serentak 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Merusaka, Nusa Dua Bali pada tanggal 29 sampai dengan 31 Maret 2024. Kegiatan diikuti oleh Ketua, Anggota, dan Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi se-Indonesia. Dari Bengkulu, kegiatan dihadiri langsung oleh Ketua, Anggota dan Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Bengkulu.
Di sesi pembukaan turut disematkan acara perpisahan dengan Ketua dan anggota Bawaslu Republik Indonesia pasca lolosnya komisioner Bawaslu RI periode 2022-2027. Seperti diketahui dari lima komisioner Bawaslu RI hanya Rahmat Bagja lah yang masih terpilih kembali sebagai Komisioner Bawaslu RI. Sementara 4 lainnya, Ratna Dewi Pettalolo (tidak mencalonkan diri sebagai komisioner Bawaslu), Mochammad Afifuddin (lulus sebagai komisioner KPU RI) sementara Abhan dan Fritz Edward Siregar belum berkesempatan kembali menjadi Komisioner baik di KPU maupun Bawaslu.
Beberapa kesan dan pesan disampaikan oleh masing-masing komisioner yang cukup membuat mata berkaca-kaca. Mengingat perjuangan dan kebersamaan yang di rajut selama 5 tahun harus berakhir karena waktu yang membatasi.
"Hal yang paling membuat saya bahagia adalah kesolidan Bawaslu yang dibangun oleh mereka berlima menjadi satu bentuk keluarga. Kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian mereka dan sukses selalu menempuh jalan dan amanah baru kedepannya," ucap Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Gunawan Suswantoro.
Selanjutnya, sebagai salah satu Komisioner yang belum berkesempatan untuk terpilih kembali, Fritz dengan kekuatan dan ketabahan hatinya meyakini bahwa semua telah ada jalan dan petunjuk terbaik dari Tuhan.
"Saya meyakini bahwa semua adalah ketetapan-Nya. Saya bersyukur hidup saya dan kawan-kawan berlima ini lebih baik dari lima tahun lalu dan tentu akan lebih baik lagi lima tahun kedepannya. Saya percaya apapun yang kita lakukan akan berdampak pada masa depan," kata Fritz.
Lanjut, Fritz mengatakan tumbuh dilingkungan Bawaslu mengajarkannya cara bertumbuh. Layaknya pohon jika dilingkungan yang tepat maka akan bisa tumbuh, berbuah dan mendatangkan manfaat bagi sekitar.
Senada dengan apa yg disampaikan Fritz, Mochammad Afifuddin juga mengakui bahwa kebersamaan di Bawaslu mengajarkan banyak hal cara pendewasaan diri.
"Berada di Bawaslu membuat saya lebih melihat perjalanan ke depan. Banyak pelajaran yang saya petik dalam setiap pengambilan keputusan ataupun cara bermasyarakat,"ucap Afif.
Sementara itu, Ratna Dewi Pettalolo berharap semangat menyukseskan pemilu jangan sampai hilang.
"Kami berharap adanya pergantian komisioner tidak menyurutkan semangat mengawal demokrasi. Mengawal demokrasi bukan hal yang mudah, memastikan demokrasi berjalan baik dan melahirkan pemimpin yang bukan tugas yang mudah. Untuk itu semangat jangan pernah padam," tegas Dewi.
Dewi kembali menegaskan bahwa mengawas pemilu tak boleh main-main. Sebab jika ada kesalahan memilih pemimpin bisa jadi kesalahan itu adalah sumbangan dari seluruh pengawas pemilu.
Di lain sisi, Bagja yang masih terpilih sebagai komisioner Bawaslu mengucapkan terima kasih atas kenangan yang mendewasakan.
"Terima kasih atas semua ilmu, pengalaman dan kebersamaan yang kita arungi bersama. Suri tauladan yg baik di periode sebelumnya tentu akan tetap diterapkan untuk kemajuan Bawaslu kedepan," ujarnya.
Terakhir, Ketua Bawaslu Abhan pun mengucapkan pamit dan terima kasih.
"Kami izin pamit. Terima kasih semuanya. Terlepas dari apapun dinamika yang selama ini kita temui dan hadapi bersama, itulah menjadi hal yang mendewasakan. Yang belum sempurna Tolong disempurnakan, yang sudah baik tetap dipertahankan," pesan Abhan.
Penulis: Perra WMB
Dokumentasi: Jerry Restu
Editor: Elvis Masril

