Bawaslu Perkuat Kualitas Data dan Partisipasi Masyarakat: Fokus pada Substansi, Bukan Sekadar Angka
|
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, dan diikuti oleh seluruh jajaran Bawaslu provinsi se-Indonesia. Hadir mewakili Bawaslu Provinsi Bengkulu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Asmara Wijaya, didampingi Kepala Bagian Pengawasan dan Humas beserta jajaran terkait.
Dalam arahannya, Lolly Suhenty menekankan pentingnya pergeseran paradigma dalam menjalankan program pencegahan dan partisipasi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa Bawaslu tidak boleh terjebak pada angka statistik semata.
"Orientasi kita bukan lagi sekadar kuantitas jumlah kegiatan, melainkan kualitas dari dampak yang dihasilkan. Data yang akurat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan adalah fondasi utama bagi Bawaslu dalam menyusun kebijakan strategis dan langkah penguatan partisipasi masyarakat ke depan," tegas Lolly.
Lolly juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk melakukan verifikasi dan validasi data secara cermat sebelum dilaporkan ke tingkat nasional. Hal ini krusial agar informasi yang tersaji benar-benar mencerminkan kondisi faktual di lapangan.
Tenaga Ahli Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu RI, Iji Jaelani, memaparkan hasil konsolidasi data nasional terkait perkembangan program seperti Forum Warga, Kampung Pengawasan, Pojok Pengawasan, hingga KKN Tematik. Meski jejaring partisipatif terus tumbuh, Iji menyoroti perlunya perbaikan dalam pencatatan agar tidak terjadi duplikasi laporan.
Selain itu, evaluasi mendalam dilakukan terhadap pengawasan PDPB Semester I 2026, mencakup proses koordinasi, tindak lanjut masukan masyarakat, hingga hasil uji petik di lapangan. Beberapa daerah diminta segera melakukan klarifikasi atas ketidaksesuaian data agar laporan nasional tetap akurat.
"Setiap temuan perbedaan data adalah ruang untuk penyempurnaan. Kami mendorong seluruh jajaran untuk memastikan bahwa jejaring partisipatif yang telah terbentuk benar-benar menjadi ruang edukasi dan literasi demokrasi yang efektif bagi masyarakat," ujar Iji.
Sebagai tindak lanjut, Bawaslu RI menjadwalkan coaching clinic terkait pendataan keberfungsian jejaring partisipatif. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa data yang dihimpun ke depan benar-benar valid dan selaras dengan realitas di masyarakat menjelang dimulainya tahapan pemilu mendatang.
Menanggapi arahan tersebut, Bawaslu Provinsi Bengkulu berkomitmen untuk segera menindaklanjuti hasil evaluasi ini. Fokus utamanya adalah memperketat akurasi data serta mengoptimalkan program pencegahan agar lebih berdampak, guna mendukung terciptanya pemilu yang demokratis, berintegritas, dan berkualitas.
Tim Humas Bawaslu Provinsi Bengkulu