Lompat ke isi utama

Berita

Dibalik Seragam dan Rutinitas: Kala Lapangan Bawaslu Provinsi Bengkulu Menjadi Ruang Kontemplasi Syukur

Bawaslu Bengkulu

“Hangatnya sinar matahari pagi menerpa halaman kantor Bawaslu Provinsi Bengkulu, Senin (28/9/2026). Bersama hembusan angin pagi yang sejuk, barisan pegawai berdiri tegap mengikuti apel pagi rutin, sebuah rutinitas mingguan sebagai penanda mulainya kesibukan pengawasan demokrasi di Bumi Raflesia. Dibalik kekhidmatan apel pagi, amanat Pembina membawa pesan mendalam tentang rasa syukur. Apa saja pesan yang disampaikan? Berikut ulasannya”

Oleh : Irsan Hidayat

Apel pagi rutin dilingkungan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diatur dalam Surat Edaran Ketua Bawaslu RI Nomor 25 Tahun 2021. Instruksi ini mewajibkan seluruh jajaran Bawaslu setiap tingkatan untuk melaksanakan apel pagi rutin setiap hari Senin guna memelihara rasa kebangsaaan, cinta tanah air, serta kedisiplinan. Secara filosofi, apel pagi merupakan kesadaran organik, melatih pegawai menaklukkan ego dan kenyaman pribadi demi kepentingan bersama.

“Pembina apel memasuki lapangan, barisan disiapkan,” ujar Sania Hayati staf Bagian Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa Proses, dan Hukum (PPPSPH) yang bertindak sebagai MC apel pagi Bawaslu Provinsi Bengkulu.

Dengan langkah pasti, Kepala Bagian PPPSPH Bawaslu Provinsi Bengkulu, Sholehin, S.H., M.Si memasuki lapangan apel pagi dan berdiri tegap diatas mimbar yang telah disiapkan. Setelah melalui rangkaian formal mulai dari laporan Pemimpin apel, hingga pembacaan Panca Prasetya Korpri, tahapan penting apel pagi adalah mendengarkan amanat dari Pembina Apel.

Dalam amanatnya, Sholehin selaku Pembina apel membawa pesan mendalam yang menyentuh ranah personal jajaran Pegawai Bawaslu Provinsi Bengkulu. Sebuah ajakan untuk sejenak merenung, dan mensyukuri posisi yang hari ini diemban. Ia menekankan bahwa posisi sebagai pegawai dilingkungan Bawaslu Provinsi Bengkulu saat ini merupakan impian dan doa bagi ribuan orang diluar sana yang masih berjuang mencari penghidupan.

“Saya tidak bosan mengajak rekan-rekan sekalian untuk meningkatkan disiplin. Karena di posisi kita ini (menjadi ASN), ribuan orang diluar sana yang menginginkannya. Untuk itu kita syukuri posisi kita saat ini dengan meningkatkan disiplin,” ungkap Sholehin.

Tidak hanya menyentuh aspek etos kerja dan kesadaran profesi, Sholehin juga membawa pesan ke ranah spiritual. Ia mengajak jajaran Bawaslu Provinsi Bengkulu untuk meningkatkan iman dan takwa dengan tidak meninggalkan Sholat. Menurutnya, ibadah Sholat memiliki kedudukan fundamental, dan tidak bisa tergantikan dengan ibadan lain.

Pesan reflektif itu seolah menjadi oase ditengah kesibukan agenda kelembagaan Bawaslu Provinsi Bengkulu. Terlihat para peserta apel menyimak dengan khidmat, meresapi setiap kata yang tidak hanya untuk menegakkan kedisiplinan fisik, tetapi juga menyegarkan kembali mental dan spiritual dalam bekerja.

“Sholat itu tidak bisa ditinggalkan, maka dari itu sesibuk apapun jangan sampai kita melalaikannya (Sholat). Ini saya sampaikan untuk melepaskan kewajiban untuk mengingatkan dalam kebaikan,” ujar Sholehin.

Apel pagi rutin Bawaslu Provinsi Bengkulu yang berlangsung kurang lebih 30 menit itu ditutup dengan doa. Bagian PPPSPH menjadi petugas apel pagi rutin, dengan Alfian sebagai Pemimpin, Mutia Kanza pembaca naskah Undang-Undang Dasar 1945, Helyca pembaca Panca Prasetya Korpri, Elzen pembawa naskah Pancasila, dan Ary Wardana Siregar sebagai operator.

Bws
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle